Wisata Keraton Yogyakarta, Warisan Budaya Jawa

0
128
views
Wisata Keraton Yogyakarta
Keraton Yogyakarta. image from yogjo.com

Dengan segala kemegahan dan kebesaran yang dimiliki, Wisata Keraton Yogyakarta diilhami oleh arsitektur Jawa dan terletak di jantung kota. Pangeran Mangkubumi mulai mendirikan keraton Yogyakarta pada tahun 1755, yang kemudian terkenal dengan julukan Sri Sultan Hamengkubuwono I. Lokasi pendirian juga sangat tepat diantara dua sungai, yaitu Winongo dan Code. Keraton Yogyakarta membentang dari utara ke selatan. Halaman depan disebut dengan Alun-alun Utara (Altar), sedangkan bagian belakang disebut dengan Alun-alun Selatan (Alkid = Alun-alun Kidul). Posisi dari bangunan terletak tepat segaris dengan pusat kota dan gunung Merapi. Bagian keraton yang berfungsi sebagai pertemuan disebut dengan Pagelaran. Di tempat inilah acara-acara resmi diselenggarakan. Sementara itu, tempat tinggal Sultan disebut dengan “Manguntur Tingkil”.

Pengunjung bisa menikmati suasana keraton pada jam buka kunjungan dengan mengunjungi diorama dari upacara pernikahan yang terletak di sepanjang halaman keraton. Mereka juga disuguhi dengan pertunjukan wayang dimana bertujuan untuk menciptakan suasana khas. Satu set instrumen musik antik Jawa sebagai warisan budaya membuat Wisata Keraton Yogyakarta layak untuk dikunjungi. Kumpulan musik gamelan, antik dan warisan turun-temurun membuat Keraton Yogyakarta sebagai tempat wisata paling menarik di wilayah Yogyakarta. Keraton Yogyakarta Hadiningrat kini, merupakan tempat tinggal bagi Sri Sultan Hamengku Buwono X sekeluarga.

Pertunjukan Seni Di Keraton Yogyakarta
Pertunjukan Seni Di Keraton Yogyakarta. via bonvoyagejogja.com
Gamelan Pengiring Pertunjukan Di Keraton Yogyakarta
Gamelan Pengiring Pertunjukan Di Keraton Yogyakarta. via greatindonesia.com

Wisata Keraton Yogyakarta berfungsi tidak hanya sebagai tempat tinggal bagi raja beserta keluarga, tetapi juga menjadi cerminan dari budaya Jawa yang masih melekat. Di tempat inilah pengunjung bisa belajar secara langsung bagaimana sebuah budaya masih terpelihara diantara perkembangan dunia. Tiket masuk keraton jogja bagi wisatawan domestik sebesar Rp 5.000,-, sedangkan bagi wisatawan mancanegara Rp 15.000,-. Buka dari jam 09.00 hingga 14.00. Dengan berkunjung ke Keraton Yogyakarta, pengunjung disuguhi pengalaman berharga dan tak terlupakan.

Garis Imagener Keraton Jogja
Garis Imagener, antara merapi keraton dan pantai selatan. image from kang-adhan.blogspot.com

Selain gunung Merapi di sebelah utara, lokasinya juga segaris ke arah selatan dengan pantai Parangtritis. Pintu istana terdiri dari dua penjuru. Pintu pertama berada tepat di depan Alun-alun Utara dan disebut dengan Tepas Keprajuritan. Sedangkan Regol Keben terletak di bagian belakang bangunan. Ketika masuk lewat Tepas, maka pengunjung akan memasuki komplek Manganti dan Kedhaton dimana Bangsal Kencono berada, yaitu sebagai bagian tengah dari kerajaan.

Bangsal Kencono
Bangsal Kencono. destinasiwisatadomestik.blogspot.com

Ada banyak hal yang bisa dilihat selama mengunjungi keraton. Selain bangunan artistik peninggalan budaya Jawa, akan terlihat abdi dalem yang beraktivitas sehari-hari mengerjakan pekerjaan untuk menjaga barang-barang yang diletakkan di sekitar. Berbagai koleksi diletakkan pada sebuah kotak kaca yang terletak di sepanjang ruangan. Koleksi tersebut diletakkan pada beberapa ruangan yang terdiri dari keramik, senjata, koleksi foto, miniatur, serta replika. Pengunjung tidak akan pernah merasa kecewa ketika berkunjung ke Wisata Keraton Yogyakarta. Tidak hanya sebagai tempat tinggal raja dan peninggalan budaya Jawa, namun koleksi di dalamnya layak untuk diberikan apresiasi.

Wisata Keraton Yogyakarta, Warisan Budaya Jawa
Rate this post

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

*